PARIS - Saat ini banyak pemilik pertokoan kecil di Prancis sedang berusaha keras menentang Undang-Undang yang mengizinkan pembangunan mal-mal baru.
Menurut Presiden Prancis, Nicholas Sarkozy, UU tentang modernisasi ekonomi ini dibuat untuk mengendurkan regulasi di sektor ritel dan membuka persaingan agar terjadi penurunan harga.
Dikabarkan partai sayap kanan yang notabene pendukung Sarkozy, bersiap untuk mengadakan aksi perlawanan di ruang parlemen. Ini berkat keberhasilan lobby-lobby yang digencarkan oleh para pemilik pertokoan kecil yang mengatakan bahwa UU tersebut akan menggiring usaha-usaha kecil menuju kematian.
"Jika ini terus dilanjutkan, kami khawatir dengan keberlangsungan took-toko kecil di Prancis. Karena akan terjadi persaingan sengit antara sesama peritel besar, dan kita tidak akan mampu menandinginya jika mereka mulai membuka usahanya di mana-mana," ucap Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Kecil dan Menengah (CGPME), Jean-Eudes Du Mesnil, seperti dikutip AFP, Minggu (25/5/2008).
Salah satu substansi yang ditentang dalam UU baru tersebut adalah dipermudahnya prosedur pembangunan mal-mal baru. Di mana mal-mal yang memiliki luas kurang dari 1.000 meter persegi bisa dibangun tanpa harus menunggu otorisasi komisi perencana.
Pemerintah Prancis beralasan bahwa syarat tersebut akan membawa dampak positif bagi usaha ritel di Prancis. Selain itu, juga semakin banyak usaha ritel besar yang tumbuh, akan semakin menurunkan harga-harga barang konsumsi.
(hsp)