Sektor Riil


BBM Naik, Arang Laku Keras

Senin, 26 Mei 2008 - 17:43 wib
text TEXT SIZE :  

BANTUL - Kenaikan harga BBM berdampak positif bagi penjualan arang. Arang banyak dicari sebagai pengganti minyak tanah. Hal ini terjadi di sejumlah pasar tradisional di Bantul, Yogyakarta. Bahkan, harga arang pun mengalami kenaikan dibandingkan sebelum ada kenaikan BBM.

Subarni (30) pedagang arang di Pasar Imogiri Bantul mengaku, sebelum ada kenaikan harga BBM dirinya dalam seharinya hanya bisa menjual 80 ikat arang dengan total pendapatan mencapai Rp85 ribu. Kini penjualannya menjadi rata-rata 100 ikat dengan harga Rp100 ribu.

"Penjualan arang lumayan meningkat, mungkin dulu warga yang menggunakan minyak tanah mengganti dengan arang karena minyak tanah mahal dan sulit di dapat," terangnya saat ditemui di Pasar Imogiri, Bantul, Senin (26/5/2007)

Lebih lanjut Subarni menyatakan, dengan permintaan yang meningkat ini juga membawa berkah tersendiri karena keuntungan juga meningkat, sehingga kebutuhan sehari-hari mampu dicukupinya.

"Ya ini mungkin berkah buat saya, karena harga kebutuhan pokok yang lainnya juga meningkat" ujarnya

Hal serupa juga diakui, Ali, pemilik warung kelontong di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Dirinya mengaku, sejak ada kenaikan harga BBM, para ibu rumah tangga banyak mencari arang.

"Jika dahulu dalam seharinya cuma laku 10 ikat arang, saat ini bisa 15 hingga 20 ikat arang," ujarnya

Soal harga, lanjut Ali, belum ada perubahan. Harganya Rp1.500 per ikatnya. Kemungkinan harga ini akan naik karena untuk produksi arang bahan bakarnya juga mengalami peningkatan.

"Saat ini saya mengambil dari produsen harga arang belum naik, namun tidak tahu kalau minggu depan," tandasnya. (Daru Waskita/Trijaya/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4