Sektor Riil
Niat Thaksin Investasi di Indonesia Terganjal Pembekuan
Selasa, 27 Mei 2008 - 19:01 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Pemilik Klub Premier League Manchester City itu mengaku, belum bisa melakukan investasi di Indonesia. Ini karena junta militer Thailand yang menggulingkannya dari kursi pemerintahan pada 2007 lalu masih membekukan kekayaannya.
"Selepas, pemerintah militer Thailand melepas uang saya, maka saya akan memertimbangkan untuk berinvestasi di Indonesia," jelasnya, seusai memberikan pidato penutupan IRIF 2008, di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Menurut Thaksin, Indonesia adalah negara besar yang bisa menarik banyak investor asing untuk menanamkan uangnya. Yang menjadi pemikatnya adalah geliat pembangunan, serta kesanggupan pemerintah Indonesia melakukan desentralisasi dengan baik. "Saya pikir, uang ada di mana-mana. Sekarang tinggal butuh tempat untuk berinvestasi," ucapnya. (rhs)


