Sektor Riil
Genjot Investasi Infrastruktur, Regulasi Direvisi
Kamis, 29 Mei 2008 - 18:18 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

"Regulasi yang ada akan kita sempurnakan, sehingga dapat meningkatkan investasi," ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bambang Susantono ,di Jakarta, Kamis (29/5/2008).
Melalui Inpres No.5 2008 nanti akan ditetapkan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis yang dapat meningkatkan pertumbuhan perekoniman seperti jaringan jalan dan jebatan nasional, sarana perkeretaapian, bandara, dan pelabuhan.
Selain itu pembangunan infastruktur akan diarahkan untuk meningkatkan daya saing, melalui percepatan penyediaan infrastruktur teknologi infomeasi dan komunikasi (TIK), internet gratis untuk SMU, dan pembangunan telekomunikasi pedesaan.
Arah pembangunan juga infrastruktur juga diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pengendalian banjir, penyediaan sarana air minum, persampahan dan lain-lain. (Arif Dwi Cahyono/Sindo/rhs)

