JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) menilai, Bank Indonesia (BI) mulai menandakan tanda-tanda kebijakan moneter ketat guna menekan inflasi.
Sinyal itu tampak pada kebijakan Dewan Gubernur Bank Indonesia (DGBI) yang menaikkan suku bunga 25 basis poin awal bulan ini menjad 8,25 persen.
Asisten Direktur IMF Asia Pasifik Milan Zavadjil menilai, pilihan itu tepat mengingat tekanan inflasi datang dari berbagai penjuru. IMF memproyeksikan, dengan tingginya harga minyak dan pangan dunia, angka inflasi sampai akhir 2009 berkisar pada angka 7,5 persen.
''Sedangkan pertumbuhan ekonomi 2009, kami perkirakan 6,3 persen,'' kata Milan Zavadjil dalam keterangannya, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (29/5/2009).
Sementara Senior Resident Representative IMF Stephen Schwartz mengatakan, meski pada 2009 adalah tahun pemilihan umum, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,3 persen. Belanja untuk kampanye politik diperkiraan melonjak sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
''Memang tidak ada yang tahu situasi tahun depan, tapi kalau melihat Pemilu 2004, saya yakin proses Pemilu berjalan aman. Makanya, dari sisi pengusaha sendiri, mereka akan wait and see, tapi belanja kampanye yang besar juga mendorong pertumbuhan ekonomi,'' ujarnya.
(Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)