ekonomi global
Bernake Didesak Naikkan The Fed Rate
Kamis, 29 Mei 2008 - 10:24 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

Para presiden The Fed yang memimpin di setiap wilayah AS beralasan, dengan tingkat suku bunga dua persen tidak mampu menangkal ancaman inflasi yang menjadi momok di setiap negara.
"Ekspektasi inflasi terus memburuk. Saya akan mendorong untuk mengubah kebijakan moneter. Ini harus dilakukan, jika tidak kondisinya akan lebih buruk lagi," Federal Reserve Bank of Dallas President Richard Fisher, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/5/2008).
Tidak hanya Richrad, Federal Reserve Bank of Minneapolis President Gary Stern and Federal Reserve Bank of Kansas City President Thomas Hoenig juga mengungkapkan hal yang sama. Mereka mengkhawatirkan tingginya kenaikan harga-harga yang dipicu tingginya harga minyak mentah dunia.
Namun, perdebatan kenaikan tingkat suku bunga AS masih alot. Wacana itu masih mengundang pro dan kontra.
"Yang menjadi pertanyaan adalah penanganan seperti apa yang pantas untuk mengatasi ancaman inflasi? Dan apa saja yang harus diperdebatkan?" tanya Richard.
Seperti diketahui, Bank Sentral AS secara agresif memangkas tingkat suku bunganya dari 4,5 persen menjadi saat ini hanya 2 persen. Pemangkasan ini merupakan kebijakan emergency mengatasi krisis subprime mortgage yang mendera negeri Adidaya tersebut. (rhs)


