Sektor Riil
Indonesia Power & SS LNG Teken Jual Beli Gas
Jum'at, 30 Mei 2008 - 10:05 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Penandatanganan MoU ini didasari dari keinginan Indonesia Power yang memiliki serta mengoperasikan pembangkit tenaga listrik di Tanjung priok, Tambak Lorok dan Bali.
"Ini karena alasan efisiensi biaya," ujar Direktur Utama Indonesia Power Tonny Agus Mulyantono, di Gedung Indonesia Power, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (30/5/2008).
Dengan kerja sama ini lanjut dia, IP berharap dapat memiliki pasokan gas yang handal bagi ketiga pembangkit tersebut. SS LNG menyanggupi untuk dapat memenuhi kebutuhan pasokan gas Indonesia Power hingga 1,5-2 milion ton per annum atau setara dengan 1,5-2 juta ton pertahun. Rencananya, pengiriman perdana akan dilakukan pada Desember 2009. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)


