JEMBRANA - Kapal-kapal penyeberangan Selat Bali sejak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi sepi. Sementara, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Jawa-Bali justru mengalami penurunan jumlah penumpang.
Pengurus bus AKAP Jawa-Bali I Wayan Sadia mengatakan, sejak sepekan terakhir penumpang bus Jawa-Bali menurun. Hal ini membuat jumlah bus yang biasanya melayani rute Jawa-Bali menjadi menurun. "Penumpang sepi, selain akibat kenaikan BBM juga akibat cuaca buruk di Selat Bali yang sering terjadi," ujar Sadia, di Jembrana, Senin (2/6/2008).
Menurut Sadia, bus-bus AKAP tidak berani mengadu peruntungan dengan menyeberang ke Bali apabila penumpang bus tidak penuh. Menurut dia, bus AKAP sering mengoper penumpangnya di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. "Biasanya bus AKAP mengoper penumpangnya di Ketapang kepada bus lain apabila penumpangnya sedikit, sehingga bus yang masuk ke Bali menjadi sedikit," kata dia.
Dengan kenaikan BBM itu, jumlah penumpang bus pariwisata juga mengalami penurunan penumpang. Menurut dia, wisatawan enggan bepergian ke Bali untuk berlibur saat harga BBM naik. "Ongkos perjalanan wisata naik, jadi wisatawan belum berniat berlibur ke Bali sekarang," tandasnya.
Manajer Operasional Angkutan Sungai, Danau, Penyeberangan(ASDP) Gilimanuk, Ospar Silaban mengatakan, sepinya peumpang di pelabuhan Gilimanuk selain adaya kenaikan harga BBM juga akibat dari cuaca buruk. Namun, kata dia cuaca buruk di Selat Bali hanya berjalan sehari saja.
"Cuaca buruk memang sempat membuat empat kapal terseret arus, tapi sekarang sudah normal lagi. Biasanya pelabuhan Gilimanuk akan menjadi ramai saat akhir pekan," kata Silaban.
(Hendrik Indra Dwi Yulianto/Sindo/hsp)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad