Artikel ini Disajikan oleh Tim BEI
Memiliki pendapatan tinggi dengan berinvestasi di Pasar Modal bukan hanya mimpi. Likuiditas transaksi yang relatif tinggi akhir-akhir ini makin memberikan peluang bagi investor untuk mengoptimalkan pendapatannya lebih besar lagi. Caranya sudah barang tentu memahami risiko pasar dan memahami benar-benar saham yang menjadi pilihan. Khusus saham pilihlah saham-saham yang likuiditasnya tinggi, serta bentuklah sebuah portofolio yang terdiri dari beberapa jenis saham.
Membentuk portofolio yang terdiri beberapa jenis saham merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi investor yang ingin pendapatan investasinya di Pasar Modal optimal. Sebab dengan membentuk portofolio ini sekaligus investor bisa menekan berbagai risiko, apakah risiko yang muncul akibat systematic risk dan unsystematic risk. Pada awalnya investor dalam berinvestasi hanya membeli satu jenis saham saja. Akibatnya begitu saham tersebut turun, menjadikan investor mengubah saham tersebut dengan saham lain yang mengalami kenaikan karena faktor pasar. Sebaliknya begitu pasar naik justru saham yang semula dilepas mengalami kenaikan lebih tinggi ketimbang saham baru dibeli.
Jadi faktor-faktor ini yang kemudian menjadikan investor mau tidak mau harus membuat sebuah portofolio yang terdiri atas beberapa jenis saham. Dalam membentuk portofolio ini banyak cara yang bisa ditempuh investor, misalnya dengan menggabungkan beberapa karakteristik saham, mulai dari saham blue chips (saham unggulan), saham growth (pertumbuhan) atau saham atraktif atau saham yang selalu memberikan capital gain lebih tinggi begitu pasar mengalami kenaikan. Intinya dasar pembentukan portofolio ini adalah "don't put all your eggs in one basket". Prinsip tersebut berarti bahwa investor harus melakukan diversifikasi investasi untuk memperkecil risiko yang mungkin terjadi.
Setelah membentuk portofolio ini dengan demikian investor sudah bisa berhadapan dengan berbagai risiko yang mungkin muncul di pasar saham. Kita tahu faktor risiko di Pasar Modal terbilang cukup tinggi. Secara teori tingginya risiko di Pasar Modal ini mencerminkan tingginya return atau pendapatan yang bisa diperoleh. Ada beberapa risiko yang sangat dominan dalam investasi saham ini, yang pengaruhnya cukup besar pada kinerja bursa saham. Pada skala makro misalnya, kinerja investasi di BEI sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, stabilitas politik, dan kinerja bursa efek lain baik secara regional maupun global. Selain itu, aktivitas transaksi juga sangat sensitif dengan berbagai hal subyektif (rumors). Untuk itu memahami kondisi perusahaan dan perekonomian secara utuh, merupakan syarat utama agar terhindar dari berbagai informasi dan rumors tersebut.
Membeli saham
Selain di pasar sekunder atau regular market, investor juga bisa membeli saham di pasar perdana. Pasar perdana merupakan pasar pertama kali saham itu diterbitkan oleh perusahaan. Umumnya investor pemula banyak lebih mengenal terlebih dulu pasar perdana ini ketimbang pasar regular. Dalam pasar perdana ini umumnya investor yang membeli, memperoleh keuntungan begitu menjual sahamnya di pasar regular (Bursa Efek Indonesia). Atas alasan itu makanya tidak sedikit investor yang berebut di pasar perdana agar bisa memperoleh keuntungan di pasar sekunder (menjual begitu saham tersebut dicatatkan dan diperdagangan di BEI). Ada kalanya saham yang dipasar perdana antrean belinya panjang, lantaran posisi jual lebih banyak ketimbang posisi belinya. Jadi untuk menghindari hal itu investor perlu memahami kondisi harga perdana apakah memang benar-benar murah? Lalu manajemen perusahaan yang melakukan penawaran tersebut, dan kemudian penjamin emisi serta struktur industri dari perusahaan yang melakukan penawaran umum itu.
Cara membandingkan praktis mudah.
Dari sisi industri misalnya, investor bisa berpedoman pada industri yang sudah ada di BEI. Kalau pedoman investor dalam menentukan pilihan harga saham pada PER (price erning ratio) maka yang perlu diperhatikan investor apakah PER yang ditawarkan perusahaan yang akan go public itu benar-benar murah.
Sederhananya begini, kalau PER rata-rata industri ada pada bilangan 20 kali maka saham yang akan melakukan penawaran umum itu harus berada di bawah 20 kali. Selain PER, sebelum membeli saham di pasar perdana investor juga bisa menjadikan pedoman pada posisi perusahaan itu. Apakah perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang tergolong leader atau tergolong growth company. Kalau leader hampir pasti saham tersebut akan mempengaruhi perusahaan lainnya, sehingga saham tersebut memang pantas untuk dibeli.
Selain membeli saham di pasar perdana, membeli saham langsung ke penjamin emisi (di pasar perdana), investor dapat membeli saham di BEI. Nama pasar yang diciptakan BEI itu adalah pasar sekunder atau pasar regular. Perdagangan melalui pasar regular ini juga melalui anggota bursa atau perusahaan efek. Pembelian saham tidak bisa langsung (ke penjamin emisi ketika di pasar pedana) tapi investor harus melalui perusahaan efek atau anggota bursa. Pesanan investor akan ditangani oleh perusahaan efek lalu perusahaan efek itu akan melanjutkan transaksi itu ke lantai bursa. Untuk order beli akan pasang pada order beli dan order jual akan dipasang pada order jual. Pesanan yang pertama tentunya akan didahulukan oleh sistem perdagangan BEI yang dikenal dengan Jakarta Automated Trading System (JATS) itu.
Karena sifatnya tidak lagi bisa langsung membeli saham di BEI maka agar pendapatan investor optimal dalam investasi saham pilihlah perusahaan efek yang benar-benar mengerti mengenai tujuan investasi investor. Gunakan perusahaan efek yang menjadi anggota bursa (sebab ada perusahaan efek yang bukan anggota bursa).
Anggota bursa memiliki seat di BEI sehingga transaksi bisa ditangani langsung. Kalau menggunakan anggota bursa menjadi jembantan transaksi dengan demikian fee yang dikenakan lebih murah ketimbang perusahaan efek yang bukan anggota bursa karena transaksi yang dilakukan anggota bursa lebih efisien, yakni dari investor langsung anggota bursa. Berbeda dengan perusahaan efek yang bukan anggota bursa, dimana order anda ke perusahaan efek itu akan diteruskan ke pasar melalui anggota bursa jadi ada dua pihak sebelum order investor sampai ke pasar. Di samping itu yang perlu juga mendapat perhatian investor adalah terkait dengan layanan yang diberikan perusahaan efek. Sesuaikan layanan perusahaan efek (atau anggota bursa) dengan kebutuhan investasi anda. (tim bei)
(//mbs)