Anwar Nasution (Foto: Ratman Suratman)
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Dradjad H Wibowo meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan penelusuran lebih lanjut temuan yang terindikasi korupsi pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2007.
"Mengingat besarnya inefisiensi yang sangat besar, kami minta BPK lakukan penelusuran lebih lanjut atas temuan yang terindikasi tindak pidana ini," ujar Dradjad dalam Sidang Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP 2007, di Gedung DPR Jakarta, Selasa (3/6/2008).
Dradjad mencontohkan, temuan yang terindikasi korupsi pada penerimaan migas yang tidak disetor langsung pada kas negara. "Ini jelas, indikasi pidana," katanya.
Seperti diketahui, Ketua BPK Anwar Nasution, dalam sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, membacakan hasil laporan keuangan Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemda, yang terus menurun pada tiga tahun belakangan ini.
Menurut Dradjad, sektor migas merupakan merupakan sektor yang cukup rawan. Pada jalur ekspor impor migas ini, sebutnya, terdapat potensi cost sebesar USD2,1 miliar untuk membayar calo migas di sepanjang jalur ekspor-impornya.
(Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)