Presiden Komisaris Bank Niaga Dato' Muh Sukri (kiri) bertukar naskah dengan Presiden Komisaris Bank Lippo MD Ali MD Dewal (Foto: Ratman Suratman)
JAKARTA - Proses penggabungan kedua bank besar di Indonesia, PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo cukup menyedot perhatian yang besar dari berbagai kalangan, khususnya kalangan perbankan.
"Kedua-duanya tempat saya bekerja. Pada dasarnya saya gembira sekali. Saya lihat upaya ini bukan main," ujar Wakil Presiden Direktur Bank Danamon, usai acara Danamon Award 2008, di Restoran Kembang Gulaku Plaza Sentral Sudirman, Selasa(3/6/2008).
Jos mengibaratkan, kedua bank tersebut sebelumnya melakukan proses romantisme, yang dilanjutkan dengan pernikahan secara resmi (merger). Dengan bergabungnya anak usaha dari Khazanah ini, maka diharapkan mampu menjadi bank nomor lima terbesar, serta memberikan sinergi yang positif bagi keduanya.
Dia meyakinkan, kinerja kedua bank tersebut dapat dilakukan dengan benar. "Maka bukan tidak mungkin dalam waktu singkat akan menjadi tiga atau empat. Saya harapkan rekan-rekan di CIMB Niaga yang baru ini betul-betul menimbulkan sinergi, sehingga hasilnya lebih dari dua nanti," Jos berharap.
Di sisi lain, Jos membantah, jika dengan bergabungnya kedua bank itu akan mengalahkan posisi Bank Danamon. "Kami sendiri tidak terlalu concern. Kami malah gembira sekali bahwa ada teman baru. Tapi, jangan lupa bahwa Danamon sendiri tumbuh lebih cepat. Kalau kita sendiri satu tambah satu sama dengan dua, maka kita akan lebih dari 2," katanya.
Di samping itu, dengan kenaikan harga BBM perseroan belum akan merubah revisi target kredit tahun ini sebesar 20 persen. "Kita masih on the track, Saya juga tidak mau merlilis informasi," tambahnya.
Namun dia tak menampik bahwa kenaikan BBM akan berdampak pada industri perbankan. "Pasti akan berdampak, sehingga akan kita lihat dunia perbankan. Kita akan terus komunikasi dengan bank-bank lain," harapnya.
(rhs)