Sektor Riil
Harga Beras Rawan Naik Juni-Juli
Rabu, 4 Juni 2008 - 14:10 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Seorang buruh sedang memikul gabah Bulog (Foto: Maman Sukirman)
"Kenaikan harga beras di sekitar wilayah memang yang dekat-dekat Jakarta tarikan ke pusatnya tinggi, dan juga di Jawa Barat. Tp secara keseluruhan sedang cari keseimbangan baru baru," Perum Bulog Mustafa Abubakar, di acara PPBI 2008, Pekan Produk Budaya Indonesia 2008 bertajuk Warisan Budaya Bangsa Inspirasi Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indoensia, di JHCC, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
Mustafa melihat, kenaikan inflasi yang berasal dari harga beras di 45 kabupaten/kotamadya itu perlu diwaspadai. Meski kenaikan harga beras masih di bawah lima persen. "Patut diwaspadai. Tapi kenaikanny tipis, di bawah lima persen," imbuhnya.
Bulog memproyeksikan, kenaikan ini tidak akan melonjak tinggi. Hal itu karena panen padi akan berlanjut. "Moga-moga tidak seberapa pengaruh ke depannya terhadap inflasi," tutupnya. (rhs)

