JAKARTA - Pemerintah mengakui penyaluran minyak goreng bersubsidi di sejumlah daerah berjalan lambat. Pasalnya, hingga saat ini penyaluran baru mencapai 60 persen.
"Penyaluran minyak goreng bersubsidi sudah di atas 60 persen. Ini memang berjalan lambat dari yang diharapkan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, usai Seminar Cetak Biru Industri Kreatif di JCC, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
Keterlambatan ini, kata dia, karena sejumlah daerah belum siap untuk mendistribusikan minyak goreng. Hingga saat ini, baru enam provinsi sudah menyelesaikan penyaluran minyak goreng bersubsidi. keenam provinsi itu antara lain Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatra Utara, dan DKI Jakarta.
Meski demikian, Mari optimis penyaluran akan selesai sesuai target waktu. Hal itu karena cukupnya anggaran yang disediakan. Diperkirakan, tahap kedua penyaluran pada Juli, setelah ada revisi APBNP jilid kedua.
(hsp)