Sektor Riil
Audit BP Migas Kunci Pelacakan Lifting Minyak
Senin, 9 Juni 2008 - 19:17 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Salah satunya, Anggota Komisi XI dari Fraksi PAN Drajad Wibowo yang menyetujui langkah KPK memanggil kepala Kepala BPH Migas Tubagus Haryono.
"Lifting minyak adalah kunci pertama untuk menentukan volume minyak yang didapat. Sehingga kalau liftingya sudah salah maka akan melebar ke mana-mana," ujarnya, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2008).
Dia juga menduga, bahwa berdasarkan penjelasan Ditjen Migas dan Ditjen Anggaran Depkeu, telah terjadi kebocoroan dalam pencatatan lifting minyak.
"Jadi KPK harus cek alat-alat untuk lifting apakah sudah dilakukan dengan benar, dan apakah petugas yang memasang alat tersebut tidak terkena sogokan seperti petugas Ditjen Bea Cukai?" tandas Drajad. (rhs)


