Sektor Riil
Pertanian, Membuat Krisis RI Cepat Berakhir
Selasa, 10 Juni 2008 - 11:59 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

"Program BLT untuk masyarakat miskin juga merupakan salah satu program bagi Indonesia untuk mampu menghadapi krisis pangan," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim Von Amsberg dalam acara Krisis Harga Pangan Global: Peluang Bagi Pertumbuhan Pertanian Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/6/2008).
Kemampuan Indonesia yang relatif lebih kuat ini juga akan meningkatkan investasi di industri pertanian pada jangka panjang. "Banyak kalangan sangat khawatir akan dampak buruk dari kenaikan harga komoditas. Kami ingin menambahkan, bahwa bagi negara kaya alam seperti Indonesia, kenaikan harga komoditas menjadi peluang besar untuk meningkatkan investasi dan mengentaskan kemiskinan," imbuhnya.
Joachim mengingatkan para petani Indonesia kini menghadapi masalah perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam, di samping masalah kenaikan harga. "Oleh sebab itu, menjadi penting bagi Indonesia untuk berinvestasi pada metode-metode yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara lebih efektif dan efisien," ungkap Joachim. (hsp)


