Sektor Riil
Mendag: Lonjakan Harga Bagai Perfect Storm
Selasa, 10 Juni 2008 - 13:11 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Mari Elka Pangestu (Foto:Sindo)
"Lonjakan harga yang terjadi paling tinggi selama 30 tahun terakhir dan terjadi bersama-sama antara pangan, energi, pupuk. Seperti perfect storm badai yang datang bertubi-tubi," katanya di sela seminar Krisis Harga Pangan Global: Peluang Bagi Pertumbuhan Pertanian Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (10/6/2008).
Menurutnya, harga komoditas akan terus berlanjut dalam jangka waktu dua tahun mendatang. Hal itu karena tingkat harga keseimbangan yang baru akan lebih tinggi dibanding harga keseimbangan pada 2007. Maka, peran pemerintah dengan swasta dibutuhkan untuk meningkatkan investasi produksi pangan.
"Karena tentunya respon dalam jangka menengah atau pendek adalah meningkatkan produksi. Pemerintah tugasnya adalah penyediaan prasarana seperti irigasi, teknologi, dan lahan. Swasta berharap iklim investasi yang kondusif untuk pertanian, pangan, dan energi," katanya. (hsp)


