JAKARTA - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan kepada pemerintah kenaikan harga rumah susun bersubsidi. Mereka menawarkan harga baru sekitar Rp180 juta dari sebelumnya Rp144 juta.
"Namun, kenaikan itu bukan untuk dilaksanakan sekarang, melainkan setelah ada rusunami jadi, nanti. Jadi dilakukan setelah bulan Agustus," kata Ketua Umum REI Teguh Satria, di Jakarta, Selasa (10/6/2008).
Teguh mengatakan, untuk membangun rusunami membutuhkan pendanaan yang sangat besar. Hal ini dikarenakan memerlukan lebih banyak komponen besi, serta bahan-bahan beton lainnya. Apalagi dalam membangun rusunami itu juga membutuhkan lebih banyak biaya daripada apartemen biasa.
Menurut Teguh, masalah itu dikarenakan dalam membangun rusunami dalam sebuah tower di disain untuk yang padat penduduk, sehingga membutuhkan banyak sekat-sekat pembatas yang lebih banyak daripada apartmen biasa.
(Arif Dwi Cahyono/Sindo/hsp)