Sektor Riil
Holcim Pertahankan Pasar Jawa 22%
Selasa, 10 Juni 2008 - 18:30 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Pabrik semen Holcim (Foto: Ratman Suratman)
"Kita berupaya bisa mempertahankan pasar yang ada, selain juga melakukan terobosan pasar," ujar Direktur Relationship Management PT Holcim Indonesia Tbk Rusli Setiawan, di Jakarta (10/6/2008).
Dia mengatakan, wilayah-wilayah diluar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi akan mengalami peningkatan permintaan hingga 30 persen, sedangkan untuk wilayah Sumatera diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga 20 persen.
Namun, dengan peningkatan tersebut kapasitas produksi nasional mencapai 37 juta ton per tahun, dinilai masih akan dapat mencukupi. Saat ini kapasitas produksi Holcim mencapai 7,9 juta ton per tahun.
Dengan konsumsi paling banyak terjadi di sektor ritel (77 persen) dan sisanya dari industri dan lain-lain. "Sedangkan permintaan semen pada kuartal I-2008 juga terlihat peningkatan akan semen," jelas dia. (Arif Sinaga/Trijaya/rhs)


