ekonomi global
Bernake Awasi Ancaman Inflasi Dari Energi
Selasa, 10 Juni 2008 - 10:28 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

Ben Bernake (Foto: AP)
Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernake menyatakan, tingginya laju inflasi ini antara lain disebabkan oleh tingginya angka pengangguran bulanan pada Mei yang tertinggi selama 22 tahun. Jumlahnya mencapai 5,5 persen dari 5,1 persen.
Belum lagi, lanjut Bernake, harga minyak mentah yang terus melambung. Harga minyak memberikan tekanan dari sisi fiskal dan berimbas pada moneter.
"Kenaikan harga energi berdampak pada risiko inflasi dan ekspektasi inflasi yang terus membayangi," ujar Bernake, dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Kantor Bank Sentral Boston, seperti dikutip Reuters, Selasa (9/6/2008).
The Federal Open Market Committee (FOMC) akan memfokuskan pada ancaman yang juga menjadi momok bagi ekonomi dunia ini. "Ancaman inflasi jangka panjang. Kami akan menstabilisasi ancaman ekspektasi inflasi dalam waktu dekat ini," tutupnya. (rhs)


