JEDDAH - Para konglomerat kartel minyak Arab Saudi duduk bersama membahas kebutuhan dan harga minyak mentah yang terus meningkat.
Pembicaraan ini merupakan permintaan yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Presiden AS George W Bush juga telah bolak-balik menemui pemerintah negara produsen minyak terebsar di dunia ini, untuk menaikkan suplai minyak.
Pertemuan itu dipimpim langsung oleh Raja Abdullah dan para menteri Arab Saudi. Para menteri mengawali pembicaraan ini dengan pembahasan harga minyak di New York Merchantile Exchange yang menembus USD138,54 per barel pada perdagangan Jumat 6 Juni lalu.
"Pertemuan mempresentasikan pembahasan secaera objektif mengenai para produsen, konsumer, operasional minyak nasional, hingga pembahasan perdagangan harga minyak yang melonjak tajam," ujar Menteri Perminyakan Ali al-Nuaimi, seperti dikutip AFP, Selasa (10/6/2008).
Arab Saudi akan mendorong bisnis perusahaan migas nasional untuk bisa menyeimbangkan permintaan domestik. "Para produsen harus memenuhi kebutuhan nasional seperti jumlah yang diminta," tambahnya.
(rhs)