Sektor Riil
Pengusaha Dilibatkan Atasi Penurunan Lifting Minyak
Rabu, 11 Juni 2008 - 18:36 wib
Siswanto - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

"Saat ini ada 99 kontrak kerja sama (KKS) migas yang melakukan kegiatan eksplorasi. Diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru. Di samping untuk menahan laju penurunan produksi, juga untuk menambah produksi," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, saat mendampingi Presiden menerima sejumlah perusahaan minyak di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
Purnomo mengatakan, kendati status kegiatan hulu migas sudah lebih dari 100 tahun, tetapi masih memberikan sumbangan yang besar pada penerimaan negara. Namun, sejak 1995, penurunan lifting minyak sangat signifikan.
Dia menjelaskan, pemerintah telah melakukan upaya untuk menahan laju penurunan produksi dari 15 persen menjadi tujuh persen. Sebanyak 37 KKS migas melakukan optimalisasi produksi, teknologi sekunder, dan tertier, serta rehabilitasi sumur-sumur tua. Ke depan, kata dia, diharapkan gas dan batu bara dapat mengambil peran minyak bumi.
Saat ini Departemen ESDM telah menyelesaikan proyek percobaan pencairan batu bara menjadi BBM di Palimanan, Cirebon. Pemerintah juga mulai membangun pabrik pencairan batu bara (coal liquefaction) menjadi BBM (minyak bumi sintetis) di Kalimantan Selatan, hasil kerja sama dengan perusahan migas asal Jepang, NEDO.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan, masalah ini perlu segera disikapi, antara lain dengan melakukan pengamanan ekonomi nasional. Sehingga, diharapkan sektor migas terus memberikan konstribusinya bagi penerimaan negara. "Dalam jangka menengah dan panjang, saya harap produksi minyak dapat meningkat," tutur Presiden. (hsp)


