Sektor Riil
Pengusaha Dilibatkan Atasi Penurunan Lifting Minyak
Rabu, 11 Juni 2008 - 18:36 wib
Siswanto - Okezone
Berita Lainnya

JAKARTA - Pemerintah mengajak sejumlah perusahaan minyak baik di sektor eksplorasi maupun produksi untuk bisa mencari solusi atas melorotnya produksi (lifting) minyak nasional.

"Saat ini ada 99 kontrak kerja sama (KKS) migas yang melakukan kegiatan eksplorasi. Diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru. Di samping untuk menahan laju penurunan produksi, juga untuk menambah produksi," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, saat mendampingi Presiden menerima sejumlah perusahaan minyak di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (11/6/2008).

Purnomo mengatakan, kendati status kegiatan hulu migas sudah lebih dari 100 tahun, tetapi masih memberikan sumbangan yang besar pada penerimaan negara. Namun, sejak 1995, penurunan lifting minyak sangat signifikan.

Dia menjelaskan, pemerintah telah melakukan upaya untuk menahan laju penurunan produksi dari 15 persen menjadi  tujuh persen. Sebanyak 37 KKS migas melakukan optimalisasi produksi, teknologi sekunder, dan tertier, serta rehabilitasi sumur-sumur tua. Ke depan, kata dia, diharapkan gas dan batu bara dapat mengambil peran minyak bumi.

Saat ini Departemen ESDM telah menyelesaikan proyek percobaan pencairan batu bara menjadi BBM di Palimanan, Cirebon. Pemerintah juga mulai membangun pabrik pencairan batu bara (coal liquefaction) menjadi BBM (minyak bumi sintetis) di Kalimantan Selatan, hasil kerja sama dengan perusahan migas asal Jepang, NEDO.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan, masalah ini perlu segera disikapi, antara lain dengan melakukan pengamanan ekonomi nasional. Sehingga, diharapkan sektor migas terus memberikan konstribusinya bagi penerimaan negara. "Dalam jangka menengah dan panjang, saya harap produksi minyak dapat meningkat," tutur Presiden. (hsp)
250x208 250x250