JAKARTA - Komisi Uni Eropa (UE) menilai tingkat pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) kepada maskapai nasional masih lemah. Meski begitu, secara keseluruhan UE mengakui kinerja keselamatan penerbangan Indonesia membaik.
Counsellor Head of Economic & Trade Section European Union Andreas Julin mengapresiasi keberhasilan maskapai PT Garuda Indonesia (Garuda) memperoleh sertifikat keselamatan penerbangan dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasiona (IATA), yaitu IOSA. "Indonesia sudah berupaya keras," ujarnya kepada wartawan seusai bertemu Menhub Jusman Syafii Djamal di gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka, Jumat (13/6/2008)..
Hanya, lanjut dia, seluruh sistem dalam sektor perhubungan udara harus bergerak selaras untuk menuju standar keselamatan penerbangan yang tinggi. Disinggung peluang Indonesia terlepas dari daftar hitam UE, Julin enggan berkomentar.
Dia hanya mengatakan, pencabutan larangan terbang tergantung perkembangan laporan kinerja keselamatan penerbangan Indonesia yang akan disampaikan dalam sidang UE, 8-9 Juli 2008 di Brussels Belgia.
Diketahui, UE melarang seluruh maskapai berbendera Indonesia melintasi wilayah udaranya sejak 6 Juli 2007. Mereka beralasan standar keselamatan Indonesia buruk.
(Meutia Rahmi /Sindo/mbs)
Sektor Riil
Pengawasan Kepada Maskapai Masih Lemah
Jum'at, 13 Juni 2008 - 19:52 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu