JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani segera mengumumkan Inpres Program Aksi Perbaikan Iklim Investasi yang sudah ditandatangani Presiden pertengahan Mei lalu.
"Untuk memulihkan sektor riil, kita berharap Sri Mulyani segera mengumumkan Inpres Program Aksi Perbaikan Iklim Investasi yang sudah ditandatangani Presiden," ujar Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo kepada okezone di Jakarta, Minggu (15/6/2008).
Beberapa waktu sebelumnya, Mantan Menko Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan program aksi perbaikan iklim investasi. Program itu diarahkan untuk menggenjot penanaman modal dan kegiatan usaha di dalam negeri.
Namun, tutur Boediono, program itu baru akan diumumkan oleh pejabat Menko Perekonomian baru, penggantinya. Sedang kandungannya mencakup sejumlah program pelaksanaan perbaikan iklim investasi seperti penerbitan kebijakan umum penanaman modal baru dan aturan pelaksanaan layanan izin investasi satu pintu (national single window/NSW).
Bambang menambahkan, pihaknya berharap, Inpres itu memuat ketentuan yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi mengamankan ketersediaan daya listrik. "Soalnya, defisit daya listrik sudah merusak iklim investasi kita," kata Bambang.
(Zaenal Muttaqin /Sindo/mbs)
Sektor Riil
Sri Mulyani Mesti Umumkan Inpres Investasi
Minggu, 15 Juni 2008 - 14:33 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu