Sektor Riil
Meningkat 134%, Kiriman TKI Capai Rp80,2 Miliar
Minggu, 15 Juni 2008 - 19:58 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 09/10/2008 18:10
Pemerintah Kaji Naiknya BM Produk Massif -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Target Ekspor Tidak Akan Direvisi -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Krisis Global, Momentum untuk Kembangkan Industri -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Kedutaan Besar Belum Berkontribusi untuk Ekonomi -
Kamis, 09/10/2008 16:10
10 Kebijakan Hadapi Krisis Dinilai Tidak Pro Sektor Riil -
Kamis, 09/10/2008 16:10
GIMNI: BBN Andalan di Tengah Krisis Global -
Kamis, 09/10/2008 16:10
BPOM Lacak Kebenaran Isu Khong Guan Bermelamin -
Kamis, 09/10/2008 14:10
Penjualan Sepeda Motor 2008 Diproyeksi 5,8 Juta Unit -
Kamis, 09/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Ekspor Elektronik Turun 30% -
Kamis, 09/10/2008 09:10
Ciputra World Surabaya Tahap I Baru 15%
SUKABUMI - Hanya dalam kurun waktu lima bulan terhitung dari Januari hingga Mei 2008, jumlah kiriman uang yang berasal dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sukabumi yang bekerja di luar negeri, mampu mencapai Rp80,2 Miliar. Jumlah ini tentu saja lebih tinggi dari angka pengiriman uang dalam kurun waktu yang sama pada tahun 2007, yakni sebesar Rp34,2 Miliar.
Lonjakan angka pengiriman uang dari para TKI sepanjang tahun 2008 ini, berdasarkan bukti transaksi pengiriman uang atau transfer di Kantor Pos Indonesia cabang Sukabumi. "Kenaikan angka pengiriman uang TKI ini mencapai 134 persen dari tahun sebelumnya," ujar kepala Kantor Pos Indonesia cabang Sukabumi Memed Erawan, Minggu (15/6/2008).
Pada kurun waktu lima bulan terakhir, lonjakan tertinggi penerimaan devisa dari sektor tenaga kerja Indonesia ini, terjadi pada bulan Mei silam yakni Rp18,3 Miliar. Sedangkan untuk bulan Januari hingga April, jumlah pengiriman uang berkisar Rp16 Miliar. Diperkirakan lalulintas kiriman uang ini setiap harinya bisa mencapai Rp450 juta.
Menurut Memed, pengiriman uang para TKI ini lebih banyak yang bekerja di kawasan Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Kuwait. Sisanya berasal dari kawasan Asia antara lain Malaysia dan Hong Kong. Tingginya angka pengiriman uang ini, lanjut Memed, berbanding lurus dengan kenaikan jumlah warga penerima kiriman.
Pada tahun 2007 jumlah warga penerima kiriman uang dari TKI, sebanyak 13.512 orang. Sedangkan pada tahun 2008 ini, jumlah penerima kiriman mampu mencapai 31.976 orang. Seluruh data peningkatan pengiriman atau penerimaan ini diketahui setelah adanya kerja sama PT Pos Indonesia dengan Western Union. Sebelumnya, para TKI menggunakan jasa perbankan untuk pengiriman uang. Tapi kini para TKI banyak beralih melalui PT Pos.
Sementara itu, berdasarkan data pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, menunjukkan angka penerimaan kiriman uang dari TKI pada tahun 2007 jauh lebih tinggi dari data PT Pos Indonesia, yakni mencapai Rp501 Miliar. Data ini berdasarkan bukti transfer di sejumlah lembaga perbankan. (Toni Kamajaya/Sindo/mbs)
Lonjakan angka pengiriman uang dari para TKI sepanjang tahun 2008 ini, berdasarkan bukti transaksi pengiriman uang atau transfer di Kantor Pos Indonesia cabang Sukabumi. "Kenaikan angka pengiriman uang TKI ini mencapai 134 persen dari tahun sebelumnya," ujar kepala Kantor Pos Indonesia cabang Sukabumi Memed Erawan, Minggu (15/6/2008).
Pada kurun waktu lima bulan terakhir, lonjakan tertinggi penerimaan devisa dari sektor tenaga kerja Indonesia ini, terjadi pada bulan Mei silam yakni Rp18,3 Miliar. Sedangkan untuk bulan Januari hingga April, jumlah pengiriman uang berkisar Rp16 Miliar. Diperkirakan lalulintas kiriman uang ini setiap harinya bisa mencapai Rp450 juta.
Menurut Memed, pengiriman uang para TKI ini lebih banyak yang bekerja di kawasan Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Kuwait. Sisanya berasal dari kawasan Asia antara lain Malaysia dan Hong Kong. Tingginya angka pengiriman uang ini, lanjut Memed, berbanding lurus dengan kenaikan jumlah warga penerima kiriman.
Pada tahun 2007 jumlah warga penerima kiriman uang dari TKI, sebanyak 13.512 orang. Sedangkan pada tahun 2008 ini, jumlah penerima kiriman mampu mencapai 31.976 orang. Seluruh data peningkatan pengiriman atau penerimaan ini diketahui setelah adanya kerja sama PT Pos Indonesia dengan Western Union. Sebelumnya, para TKI menggunakan jasa perbankan untuk pengiriman uang. Tapi kini para TKI banyak beralih melalui PT Pos.
Sementara itu, berdasarkan data pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, menunjukkan angka penerimaan kiriman uang dari TKI pada tahun 2007 jauh lebih tinggi dari data PT Pos Indonesia, yakni mencapai Rp501 Miliar. Data ini berdasarkan bukti transfer di sejumlah lembaga perbankan. (Toni Kamajaya/Sindo/mbs)


