Sektor Riil
Separuh Pengusaha Angkutan Umum Terancam Kolaps
Senin, 16 Juni 2008 - 14:18 wib
Berita Lainnya

ist
JAKARTA - Separuh pengusaha angkutan umum terancam kolaps akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sejak 24 Mei 2008. Saat ini terdapat sekira 1,5 juta pengusaha angkutan umum yang beroperasi di Indonesia.

"50% terancam kolaps," ujar Ketua Umum Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Murphy Hutagalung, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi Perhubungan DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/6/2008).

Dia mengatakan, sejak harga BBM bersubsidi dinaikkan rata-rata 24%, pengusaha angkutan kelihangan pendapatan bersih 5-10%. Penyesuaian tarif angkutan dengan kenaikan harga BBM ternyata tidak berhasil menggenjot pendapatan lantaran jumlah penumpang berkurang.

Murphy menuturkan, tingkat isian penumpang pada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) saat ini di ambang 35-50%. Adapun sebelumnya, rata-rata 70% per hari.

Menurutnya, cukup satu dari lima usulan yang diajukan Organda dipenuhi pemerintah, sebanyak 50% pengusaha yang terancam kolaps tadi akan tertolong. "Misal untuk angkutan umum diberikan harga BBM khusus, tidak pakai harga yang sekarang," terangnya.

Rapat nasional Organda beberapa waktu lalu menghasilkan lima butir pemikiran yang telah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kelimanya adalah penghapusan pungutan liar, penertiban peraturan daerah yang tidak sesuai dengan undang-undang juga plat hitam, perbaikan infrastruktur, dan pemberlakuan harga BBM lama untuk angkutan umum. (Meutia Rahmi /Sindo/jri)
250x208 250x250