Sektor Riil
KS Cari Suntikan USD3 Miliar untuk Pabrik Baru
Senin, 16 Juni 2008 - 14:54 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

ilustrasi (ist)
Dana itu akan digunakan untuk membangun pabrik baja baru untuk memenuhi meningkatnya permintaan pasar Asia Tenggara.
Badan usaha milik pemerintah itu berencana membentuk joint venture untuk membangun pabrik berkapasitas 2,5 juta metrik ton. Demikian disampaikan Kepala BKPM Muhammad Lutfi dalam wawancara yang dilansir Bloomberg, Senin (16/6/2008).
Seperti diketahui, dua perusahaan pembuat baja dunia itu tengah berupaya melebarkan sayap di Indonesia. Pabrik baru itu dinilai mampu melipatgandakan kapasitas produksi Krakatau.
"Sebuah kemitraan strategis dapat membantu Krakatau dalam hal tenaga ahli dan manajemen," kata Siswa Rizali, ekonom PT NISP Sekuritas. "Krakatau dapat mempercayakan kepada partnernya itu untuk mendapatkan pembiayaan."
Pihak-pihak lain yang tertarik, sambung Lutfi, diharapkan mengajukan penawaran sebelum akhir tahun. Pihak lainnya itu antara lain Essar Steel dan BlueScope Steel.
"Kami ingin mengembangkan industri automotif kami, kami ingin mengembangkan banyak hal dari baja," papar Lutfi. (jri)

