Atraksi Sisingaan (ist)
BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat tahun ini berniat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata seni dan budaya.
Kepala Disbudpar Idjhudin Budhyana mengatakan, saat ini sumbangan PAD dari sektor wisata seni dan budaya masih tertinggal dengan wisata alam. Padahal, potensi untuk menggali berbagai keunggulan dari sektor ini sangat besar. Jika tidak dikembangkan dan dikelola secara serius, Budhyana khawatir potensi sektor ini lambat laun akan hilang.
"Kita akan mencoba menggenjot wisata seni dan budaya Jabar tahun ini. Dilihat dari sisi ekonomi dan sektor ini jelas masih kalah dengan wisata alam. Tapi saya rasa potensi wisata seni dan budaya tidak kalah dengan wisata alam," kata Budhyana seusai menghadiri acara pengarahan SKPD di lingkungan Pemprov Jabar, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Jabar, Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Senin (16/6/2008).
Beberapa kesenian dan objek wisata budaya, lanjut dia, sangat berpeluang untuk bisa mendatangkan turis dalam jumlah besar. Apalagi, turis-turis asing selalu tertarik dengan sesuatu yang berhubungan dengan budaya asli daerah.
Pengembangan potensi di sektor inilah yang ke depannya akan mendapat perhatian dari Budhyana. Dia mencontohkan, Saung Angklun Udjo yang berada di Jalan padasuka Kota Bandung, sudah memiliki nama besar di mata turis asing maupun domestik. Selain itu, kata dia, kesenian khas Kabupaten Subang, Sisingaan, juga selalu menarik wisatawan setiap tahunnya. Hanya saja, promosi terhadap jenis wisata ini masih tergolong kurang.
(Irvan Christianto/Sindo/jri)