Fiskal & Moneter
Minat Investasi Januari-Mei 2008 Merosot 59,9%
Senin, 16 Juni 2008 - 14:41 wib
Berita Lainnya
-
Minggu, 05/10/2008 17:10
Dana Talangan Tak Pulihkan Kepercayaan Pasar -
Minggu, 05/10/2008 14:10
Ekspor Migas Tidak Terganggu Kebijakan Bailout -
Minggu, 05/10/2008 11:10
Belanja Pemerintah Akan Diperbaiki -
Minggu, 05/10/2008 11:10
Arus Fiskal Ke Daerah Belum Tembus 30% APBN -
Sabtu, 04/10/2008 10:10
Makroekonomi Belum Sejahterakan Daerah -
Jum'at, 03/10/2008 13:10
Pemulihan Daya Beli & Penyerapan Anggaran Jaga Pertumbuhan Ekonomi -
Jum'at, 03/10/2008 09:10
Sebaiknya Jangan Ada Penjatahan KEK -
Kamis, 02/10/2008 13:10
Bidik Sektor Konstruksi, Ditjen Pajak Gandeng BPKP -
Kamis, 02/10/2008 12:10
Penciptaan Lapangan Pekerjaan Masih Sempit -
Rabu, 01/10/2008 10:10
F-PG akan Hilangkan Pajak Lingkungan

Namun, realisasi penanaman modal Januari-Mei 2008 mencapai Rp93,9 triliun (USD10,44 miliar) atau tumbuh 80,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2007.
"Diperkirakan, dalam 6,9 bulan ke depan, akan terjadi penundaan realisasi investasi untuk komitmen pada 2007. Karena para investor menghitung ulang rencana investasi berkenaan dengan kenaikan harga BBM," kata Kepala BPKM M Lutfi, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, (16/6/2008).
Lutfi mengatakan, pertumbuhan investasi terutama dipicu oleh penanaman modal asing yang tumbuh 164,1 persen dibandingkan priode Januari-Mei 2007. Nilainya mencapai Rp88 triliun atau USD9,78 miliar.
Namun, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) merosot signifikan, atau tumbuh minus 68,3 persen. Dengan nilai Rp5,91 triliun atau USD660 juta. "Tahun lalu Januari-Mei 2007, realisasi PMDN Rp18,6 triliun," imbuhnya. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)

