Sektor Riil
BBM Dinaikkan
Industri Retail Gunakan Jurus Diskon
Selasa, 17 Juni 2008 - 10:20 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya seperti pemberian potongan harga.
"Penjualan tetap stabil khususnya retail menengah ke atas. Namun data pastinya saya tidak ada," ujar Handaka yang juga CEO Senayan City, di Jakarta, Senin (16/6/2008) sore.
Konsumen akan tertarik untuk berbelanja jika retail memberikan diskon. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi penurunan dalam penjualan.
Sedangkan, pengamat ekonomi Indef Ikhsan Mojo mengatakan, masyarakat menengah ke bawah akan mengurangi konsumsi. Ikhsan menegaskan dalam kondisi saat ini, masyarakat hanya membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Direktur Bina Pasar dan Distribusi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo mengatakan, pergerakan harga di ritel masih wajar. Gunaryo menyatakan industri ritel tidak banyak terpengaruh. "Secara umum industri ritel tetap stabil dan tidak terpengaruh dengan naiknya BBM," katanya. (Eko Budiono /Sindo/rhs)


