Fiskal & Moneter
Drajad: Posisi Menko Perekonomian Tak Bermanfaat
Selasa, 17 Juni 2008 - 11:53 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 20/08/2008 13:08
Boediono Harus Bangun Kembali Kepercayaan BI -
Rabu, 20/08/2008 11:08
Fraksi PDIP Sesalkan Politik Anggaran 5 Tahun Terakhir -
Selasa, 19/08/2008 20:08
Sukuk, Alternatif Pendanaan Selain Dolar -
Selasa, 19/08/2008 20:08
Animo Investor Terhadap SBSN Cukup Tinggi -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Pinjaman Dalam Negeri Kurangi Bubble Ekonomi -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Pemerintah Kucurkan Rp1 T untuk GF -
Selasa, 19/08/2008 15:08
Kasus Aliran Dana BI
Depkeu Bantah PMK 77/2008 Sebagai Tameng -
Selasa, 19/08/2008 15:08
United Tractors Road Show ke Hong Kong -
Selasa, 19/08/2008 14:08
RAPBN 2009 Digerogoti Krisis Listrik -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Rapat RAPBN Kupas 3 Hal

Drajad Wibowo (Foto:Sindo)
"Namun, kalau kita lihat rangkap jabatan itu hanya untuk menyenangkan investor dan kreditur asing," ujar Anggota Komisi XI dari Fraksi PAN Drajad Wibowo, sebelum sidang paripurna, di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Selasa (17/6/2008).
Menurut dia, investor dan kreditur asing khawatir kalau posisi menko perekonomian tidak diisi oleh orang yang tidak pro kepada mereka. Sehingga, Drajad menilai, tujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisi menko karena untuk menjaga kreditur dan investor asing.
Drajad justru khawatir, jabatan menko dirangkap oleh Menkeu akan semakin menabah beban menkeu. "Sekarang saja tugasnya masih banyak yang belum dituntaskan," katanya.
Dari sisi efektivitas pengambilan dan pelaksanaan kebijakan, kata dia, jika menko perekonomian dipegang oleh Menkeu Sri Mulyani justru sangat mengkhawatirkan. "Pekerjaan Rumah (PR) menkeu menumpuk dan banyak belum diselesaikan. Salah satunya kasus BLBI," kata dia. (hsp)


