Sektor Riil
Pemerintah Danai Sendiri Pembangunan 3 Ruas Tol
Sabtu, 21 Juni 2008 - 09:13 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 09/10/2008 18:10
Pemerintah Kaji Naiknya BM Produk Massif -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Target Ekspor Tidak Akan Direvisi -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Krisis Global, Momentum untuk Kembangkan Industri -
Kamis, 09/10/2008 17:10
Kedutaan Besar Belum Berkontribusi untuk Ekonomi -
Kamis, 09/10/2008 16:10
10 Kebijakan Hadapi Krisis Dinilai Tidak Pro Sektor Riil -
Kamis, 09/10/2008 16:10
GIMNI: BBN Andalan di Tengah Krisis Global -
Kamis, 09/10/2008 16:10
BPOM Lacak Kebenaran Isu Khong Guan Bermelamin -
Kamis, 09/10/2008 14:10
Penjualan Sepeda Motor 2008 Diproyeksi 5,8 Juta Unit -
Kamis, 09/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Ekspor Elektronik Turun 30% -
Kamis, 09/10/2008 09:10
Ciputra World Surabaya Tahap I Baru 15%

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah-Swasta Kemeneg PPN/Bappenas Bastari Pandji Indra mengatakan, hal itu dilakukan berdasar ketidaklayakan ketiga ruas jalan tol secara finansial di mata investor. Padahal, pembangunan ketiga ruas itu sangat mendesak dalam mendorong kegiatan ekonomi masing-masing daerahnya.
"Karena itu, akhirnya pemerintah tidak menenderkan ketiganya dimana pembangunan fisiknya bakal dikerjakan sendiri oleh pemerintah," ujar Bastari di Jakarta, Jumat (20/6/2008) sore.
Nantinya, proyek pembangunan konstruksi ketiga ruas jalan tol ini akan dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Setelah tahap konstruksi selesai, maka pemerintah akan menenderkan ketiga ruas tersebut kepada swasta untuk melakukan pengerjaan operasional dan pemeliharaannya.
Perhitungan tahap ini meliputi, pembebasan lahan dan penyusunan rancangan teknis diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Sedang masa konsesi ketiga ruas itu diproyeksi selama 35 tahun.
Sebelumnya, ketiga proyek jalan tol itu adalah sebagian dari 13 proyek infrastruktur yang disiapkan pemerintah untuk ditenderkan sebelum akhir 2008. Total nilai proyeknya mencapai USD4,93 miliar. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)


