Finance
Bayar Obligasi, Bukopin Siapkan Rp600 M
Jum'at, 20 Juni 2008 - 14:27 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

"Kami akan membayar obligasi pertama yang sudah jatuh tempo Juli mendatang. Jumlahnya kurang lebih Rp600 miliar. Itu akan kami lunasi. Opsi pembayaran memang lima tahun, meski sebenarnya bisa diperpanjang," jelas corporate secretary Bukopin Riyanto kepada wartawan belum lama ini.
Langkah pelunasan obligasi yang diterbitkan pada 2003 itu sudah sesuai dengan rencana perusahaan. Sebab dana sudah terkumpul dan sudah lima tahun yang artinya sudah jatuh tempo sehingga perseroan memiliki kewajiban tersebut.
Bukopin, lanjutnya, sudah menyiapkan opsi pelunasan tersebut dengan menghimpun dana secara berkala melalui sinking fund. Jika dihitung secara rata-rata, perseroan setidaknya menyiapkan dana Rp1 miliar
selama 60 bulan hingga mencapai angka Rp 600 miliar guna melunasi kewajibannya.
Upaya pelunasan tersebut tidak mengganggu permodalan perusahaan karena pembayarannya tidak mengambil dari modal.
"Semuanya sudah kami perhitungkan dalam struktur permodalan Bukopin, karena memang obligasinya akan dilunasi. Semua itu sudah termasuk dalam perhitungan rasio kecukupan modal capital ratio (CAR) yang sekarang," tandasnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

