Finance
UOB Buana Tak Bagi Dividen
Jum'at, 20 Juni 2008 - 15:34 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 15:09
Pefindo Tegaskan Peringkat Obligasi Jawa Pos 2003 -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Texmaco Delisting 10 Oktober 2008 -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Pergerakan Valas Global Dicermati BI -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Total Bangun Buy Back 250 Rb Saham -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Intiland Butuh USD2 Juta untuk NIP Tahap 2 -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Sierad Produce Ekspansi Rp410 M -
Jum'at, 05/09/2008 12:09
Selamat Sempurna Optimistis Raih Pendapatan Rp1,25 T -
Jum'at, 05/09/2008 12:09
Rupiah Bergerak Seru! -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Gudang Terbakar, Produksi Sekar Laut Terhenti Seminggu -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
IHSG Nggak Karuan Akibat Tertekan Komoditi Minyak

"Kita sedang mempersiapkan untuk menjadi bank nasional, dan kita butuh modal Rp10 triliun untuk mendukung hal tersebut. Ini menjadi faktor utama," ujar Presiden Direktur UOB Buana Armand B Arief, usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (20/6/2008).
Di samping itu, perusahaan berencana untuk melunasi Obligasi Subordinasi sebesar Rp282 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2009. Adapun obligasi tersebut sudah dikeluarkan pada 2004 dengan nilai Rp300 miliar. "Kami sudah membayar sebagian, rencananya kami akan melunasi obligasi tersebut di Juni 2009," ujar Direktur Keungan UOB Buana Safrullah Hadi Saleh.
Berkaitan dengan hal tersebut, pemegang saham independen juga memberi persetujuan atas tarif biaya recurring untuk pemprosesan transaksi kartu kredit dan tresuri, tarif biaya pengembangan dan peningkatan aplikasi teknologi informasi, dan biaya pengembangan serta peningkatan aplikasi teknologi informasi untuk empat proyek teknologi informasi yang kesemuanya disediakan UOB.
Transaksi-transaksi tersebut merupakan salah satu bukti dukungan UOB Singapura dalam rangka pengembangan dan peningkatan usaha perusahaan agar tetap dapat bersaing dalam industri perbankan nasional. (hsp)


