ekonomi global
IMF: Pelambatan Ekonomi AS Berkurang
Sabtu, 21 Juni 2008 - 11:46 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 25/08/2008 08:08
Si Emas Hitam Jadi Indikator Utama Bursa Global -
Minggu, 24/08/2008 14:08
Bank IKB Jerman Dijual 150 Juta Euro -
Minggu, 24/08/2008 13:08
Harga Minyak Tinggi, Bush Salahkan Demokrat -
Jum'at, 22/08/2008 08:08
Wall Street Ditutup Mixed -
Kamis, 21/08/2008 09:08
Surplus Perdagangan Jepang Anjlok 86,6%

Lembaga donor internasional tersebut memprediksikan, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang menjadi jangkar ekonomi dunia ini, diproyeksikan akan bergerak naik.
Seperti yang dilansir AFP, Sabtu (21/6/2008), proyeksi tahunan IMF memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan meningkat sebesar 1,1 persen di 2008 dan 0,8 persen di 2009. Sebelumnya, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi hanya meningkat 0,5 persen pada 2008 dan 0,6 persen pada 2009.
Deputi Direktur Pelaksana IMF John Lipsky mengatakan, meski terjadi krisis kredit perumahan, perekonomian AS telah menunjukan perbaikan.
Dalam laporan tahunannya, IMF menilai, perlambatan ekonomi di AS terlihat sedikit berkurang. Perbaikan seharusnya mulai terjadi di awal tahun depan.
Sebanyak 185 institusi nasional AS, yang bertugas mendukung stabilitas keuangan, tidak menyebutkan resesi di laporannya. Padahal setelahnya, institusi itu memprediksi terjadinya resesi di April 2008 dan meminta Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, untuk menurunkan suku bunganya.
"Kebijakan moneter disusun untuk mendukung perbaikan dan risiko managemen," katanya.
Rekomendasinya itu mencakup ekspetasi inflasi, meski harga komoditas dan minyak tengah meningkat.
IMF memprediksi inflasi AS berada pada posisi 2,5 persen tahun ini, kemudian bergerak melambat pada posisi dua persen di 2009. Bagaimanapun, kenaikan suku bunga merupakan sinyal pertama adanya perbaikan. "Kami melihat adanya respons utama dalam perbaikan ekonomi,"katanya.
Lipsky meminta, The Fed dalam menjalankan kebijakan moneter dapat menyesuaikannya sesuai keinginan pasar. Hal ini guna menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
IMF mengingatkan, kondisi yang tidak pasti saat krisis keuangan dan perumahan menyebabkan ketidakpastian dalam ketepatan prediksi. Bahkan, IMF sebagai lembaga yang didominasi oleh AS, memuji pemerintah AS yang cepat menanggapi kondisi perekonomian.
Untuk menghindari masalah baru dari jatuhnya harga perumahan, IMF menyarankan supaya pemerintah mengambil terobosan, guna menghindari masalah baru.
Lipsky menilai, situasi pasar keuangan masih jauh dari normal, meski institusi keuangan sudah melakukan rekapitalisasi dan The Fed telah melakukan kebijakan pemotongan suku bunganya. "Memang harus ada reformasi di sektor keuangan, tapi kita harus memiliki regulasi yang memang dibutuhkan," ujarnya. (rhs)


