Foto: Sindo
JAKARTA - PT UOB Buana Tbk berencana melakukan perubahan rencana bisnis dan akan dilaporkan kepada Bank Indonesia (BI). Salah satu penyebab revisi adalah kondisi makro ekonomi yang belum kondusif dan tingginya laju inflasi.
"Kami akan merevisi satu faktor, yakni situasi dan kondisi ekonomi secara makro. Kami memang menargetkan peningatan kinerja, tetapi tetap harus hati-hati. Penurunan target masih dalam pemfinalan dan akan dilaporkan ke BI," kata Direktur Utama UOB Buana Armand B Arief kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.
Armand menuturkan BI memang memberi kesempatan bagi bank untuk melakukan revisi rencana bisnisnya dan revisi tergantung pada bank masing-masing. Revisi ini lebih disebabkan oleh kondisi makroekonomi, terutama pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memicu kenaikan inflasi.
"Tingginya laju inflasi tetap diantisipasi karena bisa mempengaruhi kinerja. Atas dasar itu, kami berencana melakukan revisi bisnis," tandasnya.
Pendapat senada diungkapkan Direktur Keuangan UOB Buana Safrullah Hadi. Perubahan rencana bisnis tersebut sangat dimungkinkan karena terjadi perubahan makroekonomi yang signifikan. Namun, perseroan tetap mempertahankan target penyaluran kredit pada tahun 2008. Perseroan mematok pertumbuhan kredit sebesar Rp17 triliun. Target serupa juga dipatok untuk pengumpulan dana pihak ketiga (DPK).
"Kami tetap optimistis target DPK maupun pertumbuhan kredit bisa tercapai. Untuk itu, tetap memilih sektor yang produktif," paparnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/jri)