Finance
Kredit Investasi BPD Tumbuh 34,5%
Minggu, 22 Juni 2008 - 17:55 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer
JAKARTA - Penyaluran kredit sektor investasi kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 34,5 persen dibandingkan sektor lainnya. Kenaikan disebabkan oleh pencairan dana milik Pemda menjadi kredit dan semakin ekspansifnya BPD menyalurkan kredit.
Statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), kredit berdasarkan jenis penggunaan, kredit sektor investasi per April 2008 mencapai Rp4,755 triliun atau meningkat 34, 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,397 triliun. Peningkatan kredit sektor ini sudah terjadi sejak Januari 2008 sebesar Rp5,772 triliun, Februari Rp5,920 triliun, dan Maret Rp6,119 triliun. Beberapa sektor yang termasuk kredit investasi adalah properti dan agrobisnis. Sedangkan kredit konsumsi yang selalu mencatat pertumbuhan tertinggi, hanya tumbuh 29 persen dari Rp42,729 triliun menjadi Rp55,104 triliun. Namun, dari awal tahun 2008, penyaluran kredit BPD ke sektor konsumsi sudah mencatat kenaikan pada Januari Rp54,072 triliun, Februari Rp52,152 triliun, dan Maret 53,156 triliun.
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny E Hassan mengatakan, kenaikan kredit investasi sebagai realisasi pencairan APBD yang digunakan untuk kredit. Selain itu, ada peningkatan permintaan terhadap kredit investasi, terutama konstruksi dan BPD lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor investasi. Secara bersamaan sektor riil mulai bergerak meskipun di bawah ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, kredit untuk sektor modal kerja dan konsumsi masih mencatat pertumbuhan. (Tomi Sujatmiko/Sindo/mbs)
Statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), kredit berdasarkan jenis penggunaan, kredit sektor investasi per April 2008 mencapai Rp4,755 triliun atau meningkat 34, 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,397 triliun. Peningkatan kredit sektor ini sudah terjadi sejak Januari 2008 sebesar Rp5,772 triliun, Februari Rp5,920 triliun, dan Maret Rp6,119 triliun. Beberapa sektor yang termasuk kredit investasi adalah properti dan agrobisnis. Sedangkan kredit konsumsi yang selalu mencatat pertumbuhan tertinggi, hanya tumbuh 29 persen dari Rp42,729 triliun menjadi Rp55,104 triliun. Namun, dari awal tahun 2008, penyaluran kredit BPD ke sektor konsumsi sudah mencatat kenaikan pada Januari Rp54,072 triliun, Februari Rp52,152 triliun, dan Maret 53,156 triliun.
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny E Hassan mengatakan, kenaikan kredit investasi sebagai realisasi pencairan APBD yang digunakan untuk kredit. Selain itu, ada peningkatan permintaan terhadap kredit investasi, terutama konstruksi dan BPD lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor investasi. Secara bersamaan sektor riil mulai bergerak meskipun di bawah ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, kredit untuk sektor modal kerja dan konsumsi masih mencatat pertumbuhan. (Tomi Sujatmiko/Sindo/mbs)

