ekonomi global
The Fed Belum Akan Naikkan Suku Bunga
Minggu, 22 Juni 2008 - 16:33 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya

Ben Bernanke (Foto: AP)
WASHINGTON - Perbincangan alot yang akan terjadi antara Chairman The Fed Ben Bernanke dan koleganya dalam membahas inflasi, sepertinya tidak akan membuat suku bunga menjadi naik. Demikian asumsi yang dikeluarkan oleh sejumlah ekonom.

Menurut sejumlah ekonom, paling tidak kenaikan suku bunga tersebutu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Mereka memrediksi bahwa suku bunga akan bertahan pada kisaran 2,0 persen selama pertemuan dua hari yang akan dimulai Selasa 24 Juni, mendatang.

The Fed kini sedang berada dalam tekanan inflasi. Untuk itu, bank sentral AS tersebut kemudian melakukan pemotongan suku bunganya sejak September menjadi 3,25 persen. Ini dilakukan dalam upayanya untuk mendorong pertumbuhan. Namun, saat ini pejabat The Fed memberikan sinyalemen bahwa pemotongan itu sudah berakhir. Dan kini bayang-bayang inflasi menjadi ancaman terbesar.

"Menurut pendapat kami, The Fed sedang mendekati poin berbahaya. Ini di luar kebiasaan untuk menaikkan suku bunga ketika angka pengangguran sedang bergerak naik melebihi level netral inflasi. Selain itu, naiknya ekspektasi inflasi, jelas terkait dengan gelombang harga komoditas, bukan ekonomi yang overheating," ucap ekonom senior Lehman Brothers Ethan Harris, seperti dikutip AFP, Minggu (22/6/2008).

Sementara itu, David Kotok, chaiman of Cumberland Advisor, mengatakan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya tahun ini. Paling tidak, menurutnya, hingga pemilihan presiden November mendatang.

Ia menambahkan, ekonomi AS sedang menghadapi harga komoditas yang mendorong inflasi ketimbang sistem pengupahan. Dan menurutnya, kebijakan moneter tidak akan mampu melakukan kontrol terhadap naiknya harga komoditas tersebut.

"Harga energi yang mengejutkan adalah sesuatu yang tidak akan bisa dikontrol oleh The Fed," ucapnya.

Lebih lanjut, Kotok menjelaskan, karena saat ini pemasukan rumah tangga konsumen lebih banyak dikeluarkan untuk membeli BBM, maka efek dari harga minyak yang mahal disebut deflasi bukan inflasi. Sama halnya, ucap Kotok, naiknya harga pangan akan berdampak minimum pada naiknya suku bunga. (hsp)
250x208 250x250