Sektor Riil
Indogas Pasok LNG Indonesia Power Bali
Senin, 23 Juni 2008 - 16:44 wib
Hadi Suprapto - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

PT Indonesia Power adalah anak perusahaan PT PLN (Persero) yang mengoperasikan lebih dari 8.000 mega watt (MW) pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Kerja sama ini berlangsung sampai pada 2026, dengan nilai kontrak sekitar Rp10 triliun.
Saat ini pasokan listrik di Pulau Bali berasal dari tiga pembangkit listrik yaitu masing-masing PLTG Pesanggaran dengan kapasitas 113 MW, PLTG Gilimanuk 130 MW, PLTG Pemaron 90 MW. Serta ditambah pasokan listrik lewat kabel laut yang berasal dari Pulau Jawa sebesar 200 MW. Seluruh kebutuhan energi primer untuk pembangkit listrik di Bali berasal dari solar (high speed diesel/HSD)
"Adanya program diversifikasi energi ini memberikan kesempatan kepada kami untuk turut berpartisipasi dalam penyediaan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik yang ada di Bali," kata Presiden Direktur Prime Petroservices Faiz Shahab, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Senin (23/6/2008).
Di Bali, PT Indonesia Power mengganti pasokan utama sumber energi dari Solar ke LNG. Rencananya, LNG bisa menggantikan 70 persen kebutuhan solar untuk seluruh pembangkit listrik di Pulau Dewata itu.
Dengan memakai LNG, kata dia, Indonesia Power bisa menghemat Rp2,7 triliun per tahun. Saat ini Indonesia Power mengkonsumsi solar senilai Rp15 miliar per hari atau sekitar Rp5,4 triliun per tahun. "Indonesia Power bisa menekan biaya bahan bakar hingga 50 persen," katanya. (hsp)


