Sektor Riil
Produksi Migas di Siak Menurun
Selasa, 24 Juni 2008 - 15:01 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

ilustrasi (ist)
"Kita akui saat ini memang ada penurunan produksi," kata Bupati Siak Arfan Aswin AS dalam penandatangan piagam kerja sama pendidikan dan pengelolaan sumber daya alam dengan Universitas Gadjah Mada (UGM, di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Selasa (24/6/2008).
Menurut Arfan, semakin menurunya jumlah produksi ini meneguhkan keyakinkannya untuk mengalihkan sumber ekonomi Siak untuk tidak sepenuhnya bergantung dengan migas, melainkan mencoba melirik sektor potensial lainnya. Salah satau sektor yang akan digarap adalah pertanian.
"Sudah ada pemikiran untuk mengembangkan ke sektor pertanian dan sektor lainnya," ungkapnya.
Sementara itu mengenai kerja sama yang dilakukan dengan UGM ini, menurut Aswin, juga dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memimpin dan mengelola Bada Usaha Milik Daerah (BUMD) Siak. Dirinya mengharapkan kontribusi besar peneliti UGM untuk mengembangkan sumber komoditi potensial lainnya.
Di tempat yang sama, Rektor UGM Sudjarwadi menyambut baik terlaksananya kerja sama ini. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah peluang bagi UGM untuk berpartisipasi dan berkontribusi bagi pengembangan Kabupetan Siak.
"Dengan kerja sama ini maka UGM akan mampu menempatkan ilmu pengetahuannya dalam mengelola SDA dan SDM di lapangan, karena banyak hal-hal di lapangan yang perlu dicocokkan dengan teori-teori yang ada," kata Sudjarwadi. (Satria Nugraha/Trijaya/jri)

