Sri Mulyani (Foto: Sindo)
JAKARTA - Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menegaskan, tidak ada conflict of interest antara pekerjaan baru sebagai menko perekonomian dengan pekerjaan lama sebagai menkeu. Rangkap jabatan ini justru dinilai saling mendukung.
"Saya tidak ada masalah mengenai rangkap jabatan. Karena seperti yang sudah saya sebutkan berulang, tidak ada conflict of interest. Apakah menko dan menkeu interestnya ada yang konflik? Ini justru saling mendukung," tukas Sri Mulyani, di sela serah terima jabatan antara Boediono yang kini menjadi Gubernur BI kepada Sri Mulyani, di Ruang Graha Sawala, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
Menurut dia, menko perekonomian bertugas melaksanakan koordinasi, terobosan kebijakan, dan implenmentasinya. Sedangkan menkeu sebagai ortoritas fiskal yang memiliki tanggung jawab dalam mengoordinasi anggaran. "Sehingga saya akan mengombinasikan kedua tugas ini untuk dapat memerbaiki efektivitas koordinasi dalam lingkungan tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu," ujarnya.
Untuk meningkatkan koordinasi para menteri, Sri Mulyani menegaskan, bahwa dia sedang menyelesaikan prosedur kerja yang akan secara proaktif mendorong seluruh anggota tim ekonomi dalam memenuhi komitmen implementasi. Kebijakan dengan tepat waktu dan sasaran.
"Waktu kerja yang tersisa sebagai tim ekonomi ini sangat singkat, sehingga harus bekerja cepat dan efektif. Keputusan harus dapat dihasilkan dengan cepat agar memberi kepastian kepada publik dan dunia usaha. Untuk itu, prioritas saya adalah menyelesaikan sejumlah kebijakan yang telah ditunggu masyarakat," tegas dia.
(hsp)