YOGYAKARTA - Pemadaman listrik secara bergiliran oleh PLN Cabang Yogyakarta dikhawatirkan akan mengganggu citra pariwisata khususnya Visit Indonesia Year 2008 di Yogyakarta. Saat ini para pelaku wisata di Yogyakarta seperti biro perjalanan, hotel dalam transaksi bisnisnya sudah menggunakan sistem online sehingga sangat mengganggu jika listrik padam apalagi pemadaman ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Ini akan merusak citra pariwisata Yogyakarta termasuk program Visit Indonesia Year 2008 khususnya di Yogyakarta. Pemadaman listrik secara bergiliran ini juga menunjukkan PLN tidak punya menajamen yang baik khususnya mereka dalam pemadaman listrik secara bergilaran tanpa pemberitahuan," kata Dedi Pranowo Ketua Keluarga Public Relations (KAPUREL) DIY, Rabu (25/6/2008).
Menurutnya, pelaku pariwisata dan hotel di Yogyakarta dengan pemadaman listrik tersebut mengantisipasi dengan jenset namun demikian usaha tersebut terkendala dengan bahan bakar minyak karena sulit di dapatkan dari SPBU ataupun dari Pertamina.
"Di SPBU pembelian dengan jeriken dilarang sedangkan untuk pembelian langsung di Pertamina minimal harus 5.000 liter, sedangkan kebutuhan kita rata-rata hanya 100 hingga 200 liter. PHRI sudah berusaha membeli 5.000 liter untuk dibagikan kepada hotel namun oleh Pertamina dilarang. Ini dilematis bagi pelaku pariwisata di Yogyakarta," tandasnya.
Lebih lanjut Dedi menyatakan, pertemuan antara PHRI dengan PLN dan Pertamina beberapa waktu lalu dinilai lebih lebih bersifat sepihak dan menguntungkan PLN dan Pertamina.
"Mereka meminta agar kita memaklumi atas krisis energi yang terjadi, namun tak pernah memberikan solusinya. Mereka meminta kita memaklumi namun mereka tidak pernah mengerti kepada kesulitan kita," terangnya.
Dedi Pranowo menambahkan, pemadaman listrik secara bergiliran sebagian hotel sudah ada yang diberitahu namun bagi sebagian tidak diberitahu sehingga ini menjadi pukulan tersendiri bagi hotel yang tidak mengetahui namun listrik mendadak mati.
"Kalau hotel tersebut memiliki jenset mungkin bukan masalah besar namun bagi hotel yang tidak memiliki jenset maka ini akan menjadi masalah besar, terutama hotel kelas melati," pungkasnya.
(Daru Waskita/Trijaya/mbs)
Sektor Riil
Pemadaman Listrik Rusak Citra Visit Indonesia Year 2008
Rabu, 25 Juni 2008 - 12:31 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu