Sektor Riil


Pemadaman Listrik Rusak Citra Visit Indonesia Year 2008

Rabu, 25 Juni 2008 - 12:31 wib
text TEXT SIZE :  

YOGYAKARTA - Pemadaman listrik secara bergiliran oleh PLN Cabang Yogyakarta dikhawatirkan akan mengganggu citra pariwisata khususnya Visit Indonesia Year 2008 di Yogyakarta. Saat ini para pelaku wisata di Yogyakarta seperti biro perjalanan, hotel dalam transaksi bisnisnya sudah menggunakan sistem online sehingga sangat mengganggu jika listrik padam apalagi pemadaman ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

"Ini akan merusak citra pariwisata Yogyakarta termasuk program Visit Indonesia Year 2008 khususnya di Yogyakarta. Pemadaman listrik secara bergiliran ini juga menunjukkan PLN tidak punya menajamen yang baik khususnya mereka dalam pemadaman listrik secara bergilaran tanpa pemberitahuan," kata Dedi Pranowo Ketua Keluarga Public Relations (KAPUREL) DIY, Rabu (25/6/2008).

Menurutnya, pelaku pariwisata dan hotel di Yogyakarta dengan pemadaman listrik tersebut mengantisipasi dengan jenset namun demikian usaha tersebut terkendala dengan bahan bakar minyak karena sulit di dapatkan dari SPBU ataupun dari Pertamina.

"Di SPBU pembelian dengan jeriken dilarang sedangkan untuk pembelian langsung di Pertamina minimal harus 5.000 liter, sedangkan kebutuhan kita rata-rata hanya 100 hingga 200 liter. PHRI sudah berusaha membeli 5.000 liter untuk dibagikan kepada hotel namun oleh Pertamina dilarang. Ini dilematis bagi pelaku pariwisata di Yogyakarta," tandasnya.

Lebih lanjut Dedi menyatakan, pertemuan antara PHRI dengan PLN dan Pertamina beberapa waktu lalu dinilai lebih lebih bersifat sepihak dan menguntungkan PLN dan Pertamina.

"Mereka meminta agar kita memaklumi atas krisis energi yang terjadi, namun tak pernah memberikan solusinya. Mereka meminta kita memaklumi namun mereka tidak pernah mengerti kepada kesulitan kita," terangnya.

Dedi Pranowo menambahkan, pemadaman listrik secara bergiliran sebagian hotel sudah ada yang diberitahu namun bagi sebagian tidak diberitahu sehingga ini menjadi pukulan tersendiri bagi hotel yang tidak mengetahui namun listrik mendadak mati.

"Kalau hotel tersebut memiliki jenset mungkin bukan masalah besar namun bagi hotel yang tidak memiliki jenset maka ini akan menjadi masalah besar, terutama hotel kelas melati," pungkasnya.   (Daru Waskita/Trijaya/mbs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4