Sektor Riil
Jalan Wilayah Timur Terus Dilancarkan
Rabu, 25 Juni 2008 - 18:19 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 05/09/2008 16:09
Mendag: Ekspor CPO Akan Membaik -
Jum'at, 05/09/2008 15:09
4 Tahun Lagi, Infrastruktur Jadi Primadona -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Harga Naik, Proyek Infrastruktur Harus Jalan Terus -
Jum'at, 05/09/2008 14:09
Setor Dividen, Pertamina Pertimbangkan Investasi -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Ongkos Distribusi Elpiji Tak Ditanggung Pertamina -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Imbas Harga Elpiji Naik, Tingkat Pembelian Naik 5% -
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Bappenas: Target SBI 3 Bulan Jangan Berubah Lagi -
Jum'at, 05/09/2008 11:09
Sanggup Lunasi Utang, Pencekalan Akan Dicabut -
Jum'at, 05/09/2008 10:09
HIPMI: Sektor Riil Makin Tertekan -
Kamis, 04/09/2008 17:09
Apindo: Salah Resep Bernama Kenaikan BI Rate

Hal itu ditunjukan dengan pembangunan Lintas Selatan Kalimantan, Lintas Barat Sulawesi dan beberapa ruas jalan lain.
"Jalan lintas yang kita bangun tersebut kita targetkan berfungsi fungsional pada akhir 2009," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga PU Hermanto Dardak, di Jakarta, Rabu (25/6/2008).
Hermanto mengatakan, untuk lintas selatan Kalimantan penanganan mulai dilakukan dari Simanggaris di Kalimantan Timur menuju Samarinda, Balikpapan, Batulicin, dan Banjarmasin.
Pembangunan jalan lintas sepanjang 3.368 kilometer (Km) tersebut dilanjutkan dari Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Tayan, hingga jalan perbatasan di Entikong dan Aruk. Selain itu lintas selatan Kalimantan tersebut merupakan bagian dari Pan Borneo Highway.
"Lintas tersebut disepakati merupakan bagian dari kerja sama subregional antara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi," tambahnya. (Arif Dwi Cahyono/Sindo/rhs)


