Sektor Riil


Pendapatan Masyarakat Perlu Diperhatikan

Rabu, 25 Juni 2008 - 19:45 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Rencana pemerintah untuk menerapkan harga BBM berdasarkan nilai keekonomiannya bisa saja diterima. Namun, itu tentu saja harus memenuhi kondisi sosial ekonomi tertentu.

Menurut Anggota komisi VI Fraksi PAN Tjatur Sapto Edi, jika pemerintah ingin menerapkan harga keekonomian BBM di Tanah Air butuh persyaratan.

Yakni, menaikkan dahulu pendapatan per kapita masyarakat Indonesia sebelum menerapkan harga BBM sesuai pasar internasional

"Asalkan ada peningkatan purchasing power dalam masyarakat," ucapnya. Dengan kata lain, akan terjadi ketidakadilan, jika pemerintah memberlakukan harga keekonomian BBM tanpa dibarengi dengan peningkatan daya beli yang memadai," papar Tjatur, di Jakarta, Rabu (25/6/2008).

Lebih lanjut, Tjatur mengambil contoh sebagian besar negara yang menerapkan harga keekonomian BBM adalah negara yang memiliki pendapatan per kapita jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia.

Seperti, Amerika Serikat (AS) yang memiliki pendapatan perkapita USD45.845 per tahun, tapi menerapkan harga jual BBM di dalam negeri setara dengan Rp9.207 per liter.

"Bandingkan dengan Indonesia yang perkapitanya sekitar USD1.925 per tahun, tapi menjual BBM-nya dengan harga Rp6.000," jelasnya.  (rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4