Fiskal & Moneter
Hartadi: Full Impact BBM Terasa Pada Inflasi Juni 2008
Kamis, 26 Juni 2008 - 12:56 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Kamis, 04/09/2008 13:09
BI: Akhir 2008, Inflasi IHK 11,5-12,5% -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Sukuk Diterbitkan Semester I-2009 -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Capai Target Inflasi, BI Waspadai Demand -
Kamis, 04/09/2008 10:09
Institusi Domestik Kuasai SUN 78,8% -
Selasa, 02/09/2008 16:09
Pembeli Barang Mewah Harus Punya NPWP -
Selasa, 02/09/2008 14:09
Pemerintah Susun PP RUU PPh -
Selasa, 02/09/2008 13:09
15 Kementerian/Lembaga Lakukan PNBP Tak Sesuai PP -
Selasa, 02/09/2008 12:09
RUU PPh Kurangi Potensi Penerimaan Pajak Rp40 T -
Selasa, 02/09/2008 11:09
RUU PPh Siap Disahkan -
Selasa, 02/09/2008 11:09
Sri Mulyani:
Potensi Ekspor Harus Banyak Digenjot

"Nanti pada Juni akan terlihat sekali. Full impact kenaikan BBM baru terjadi sekarang (Juni). Walaupun sudah terada pada akhir, namun saat itu imbasnya baru sedikit," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono, usai pelantikan dirinya, di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
Menurutnya, efek kenaikan harag BBM itu harus disadari, sehingga bisa segera mengantisipasi perluasan efek domino pada sektor ekonomi.
"Harapan BI untuk keseluruhan tahun, estimasi infkasi sekira 11,5-12 persen," tutur Hartadi.
Namun, pada awal 2009 laju inflasi akan turun di kisaran 6,5-7 persen, dengan catatan tergantung situasi yang berkembang pada tahun depan.
"Keinginan semua bank sentral itu seperti pada 2009 nanti rendahnya laju inflasi. Jadi, semua instrumen harus membatu," ujarnya. (rhs)


