Finance


ISRA 2008 Dorong Transparansi & Akuntabilitas Perusahaan

Kamis, 26 Juni 2008 - 16:48 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI) bekerja sama dengan National Center for Sustainability Reporting (NCSR) akan menggelar Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) 2008.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan di Indonesia yang melaporkan kegiatan corporate social  responsibility (CSR) dalam laporan keberlanjutan (sustainability report) dalam laporan tahunannya.

"Kewajiban pelaporan pelaksanaan tanggungjawab sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan PT merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (goor corporate governance/GCG) terutama dalam penegakan prinsip transparansi dan akuntabilitas," kata Ketua Umum IAMI Ali Darwin kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (26/6/2008).

Ali menuturkan, kegiatan ini memiliki sasaran bagi para pemangku kepentingan dalam mengakses informasi terutama yang menyangkut aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.

Selain itu terkait dengan perhatian dunia usaha terhadap penerbitan laporan pelaksanaan tanggungjawab sosial yang semakin meningkat. Bahkan, setelah ditetapkan dalam Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

"Ajang ini merupakan kesempatan baik para perusahaan yang ada di Indonesia untuk menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan GCG," tegasnya.

Menurut Dia, ajang yang pendaftarannya dibuka hingga 31 Juli 2008, akan memilih pemenang untuk enam katagori yaitu best sustainability report, best enviromental and social reporting, best enviromental reporting, best social reporting dan best website.

Namun, khusus untuk tahun ini menambah satu katagori baru best CSR reporting in annual report. Penambahan ini bermaksud PT yang ada di Indonesia menjadi lebih terpacu untuk melaporkan aktifitas tanggungjawab sosial dan lingkungan dalam laporan tahuanan perusahaan.

"Utamanya, laporan berkelanjutan mengungkapkan kinerja perusahaan dalam tiga aspek berimbang yaitu, lingkungan, sosial dan ekonomi," tandasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

Share
o1 o2

Berita Lain

o3 o4