Sektor Riil
Disinggung Mafia BBM, Pertamina Berang
Jum'at, 27 Juni 2008 - 15:57 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

Ari Soemarno (foto: sindo)
Demikian dikemukakan oleh Dirut Pertamina Ari Soemarno, saat jumpa pers, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat, (27/6/2008).
Seperti diketahui, DPR menyetujui usulan hak angket kenaikan harga BBM pada Selasa lalu. Ari menegaskan, bahwa sistem pengadaan BBM oleh Pertamina sudah transparan.
"Sistem pengadaan kita transparan melalui tender. Yang ngomong mafia BBM, itu ya ngomong. Keluari datanya. Kalau perlu tuntut Pertamina. Keluarkan kalau memang ada bukti bahwa Pertamina memelihara suatu sistem yang mafia sehingga membuat harga tinggi dan memebebani," tegas Ari.
Kenaikan harga BBM, lanjut dia, sudah disetujui oleh pemerintah. Bahkan, dengan kenaikan harga ini, Pertamina tetap membayar Rp9 ribu per liter. Harga itu merupakan harga jual pemerintah Rp4.500 ditambah dengan penggunaan rata-rata harga minyak di Singapura (mean of platts Singapore/MOPS) sembilan persen.
"Apa hubungannya kenaikan BBM dengan BBM Pertamina? Pertamina jual BBM dengan disetujui oleh Pemerintah yakni MOPS sembilan persen, yakni Rp9.000. Maka subsidi yang diberikan ke Pertamina Rp4.500. Tapi harga pertamina Rp9000. Harga dinaikan Rp6 ribu, tapi pertamina tetap Rp9.000," paparnya. (rhs)

