Rendevouz
Fahmi Bosan Surati Sri Mulyani
Jum'at, 27 Juni 2008 - 14:56 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 29/08/2008 19:08
Tangkap Calo, Wartawan Dapat Tiket KA Eksekutif -
Rabu, 13/08/2008 13:08
Menkeu Tidak Tahan Untuk Sindir BRI -
Senin, 11/08/2008 13:08
Resmikan Raker Depdag, JK Nostalgia -
Kamis, 07/08/2008 14:08
Mendag: Semoga Anak RI Pilih Jajan Pasar Ketimbang Mc'D -
Rabu, 23/07/2008 10:07
Nilai Kuliah Akutansi Menkeu Hanya 6 -
Jum'at, 11/07/2008 13:07
"Pemadaman Bergilir" Menimpa Mic JK -
Rabu, 09/07/2008 11:07
Kedinginan Saat Konpres, Pemda DKI Disentil PLN Disjaya -
Kamis, 03/07/2008 14:07
MS Hidayat: Aduh Saya Pusing!

"Ah saya sudah bosen ngirim surat ke Menkeu," ujar Fahmi, di Kantor Depkeu, Jakarta. (Kamis/27/6).
Fahmi yang mengaku, kedatangannya menemui Sri Mulyani untuk membicarakan hal tersebut. Menurutnya, salah satu kendala yang menyebabkan usulan itu tidak kunjung keluar adalah masalah pajak.
"Saya sih bukan ngelobi, tapi itu harus cepat dilakukan. Nggak perlu dilobi. Saya nggak tau koordinasi di Depkeu rumit bener sepertinya," ujar Fahmi.
Padahal, kata dia, PPnBM yang diusulkan sebenarnya masuk kategori barang yang pajaknya ditanggung pemerintah. Artinya, bukan murni desakan pelaku usaha.
"Mungkin karena itulah selalu dilakukan peninjauan. Tapi saya nggak tahu apa yang diteliti Ditjen Pajak,'' katanya.
Usulan Depperin tentang tarif PPnBM antara lain menurunkan tarif barang mewah tertentu dari 20 persen menjadi 10 persen, dari 10 persen ke 0 persen, dan dari 0 persen ke 10 persen. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)


