Sektor Riil


Said Didu:

LPG 12 Kg Tak Naik, Pertamina Rugi

Sabtu, 28 Juni 2008 - 11:10 wib
text TEXT SIZE :  
Antre beli gas (foto: sindo)

JAKARTA - Sekretaris Menneg BUMN Said Didu menuturkan, jika harga tabung liquid petroleum gas (LPG/elpiji) tidak dinaikan, maka PT Pertamina (Persero) akan terus mengalami kerugian.

Hal itu dilontarkan Said, menanggapi rencana Pertamina yang akan menaikan harga LPG 12 kg, berkisar Rp5.000 per kg dari Rp4.250 per kg, pada awal Juli mendatang.

Menurutnya, LPG jenis tersebut bukan barang yang termasuk dalam daftar disubsidi pemerintah. Said justru menyayangkan pihak-pihak yang menolak. Said juga mengeluhkan, jika swasta menaikan harga malah tidak ada yang meributkan.

"Kalau itu disubsidi terus maka Pertamina rugi. Dampaknya akan terasa pada setoran dividen ke negara," kata dia, di Jakarta, Sabtu (28/6/2008).

Menurut dia, belum tentu konsumen LPG 12 kg adalah masyarakat yang layak disubsidi. Kendati harganya mahal, namun Said tidak mengkhawatirkan jika orang kategori mampu, akan mengalihkan konsumsinya ke gas elpiji 3 kg, yang harganya lebih murah.

"Orang beli gas dengan tabung bukan seperti beli minyak tanah. Jadi tidak mungkin mereka yang kaya mau beli gas 3 kg," imbuh dia. (Ferial Thalib /Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4