Sektor Riil
Pupuk Langka di Balikpapan
Sabtu, 28 Juni 2008 - 14:37 wib
Amir Sarifudin - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Pasokan BBM Region III Lancar -
Senin, 06/10/2008 11:10
Stok BBM di Nganjuk & Lumajang Kosong -
Senin, 06/10/2008 11:10
Imbas Krisis Finansial Global
Gunakan Valas, Pertamina Perlu Penyesuaian -
Senin, 06/10/2008 11:10
Pertamina Yakin Target Konversi Elpiji Terpenuhi -
Minggu, 05/10/2008 20:10
2009-2010 Kondisi Kritis Ekonomi Indonesia -
Minggu, 05/10/2008 18:10
Pemerintah Batasi Impor Barang Konsumtif -
Minggu, 05/10/2008 12:10
Serba-Serbi Usaha
Rental Mobil Panen Pesanan -
Minggu, 05/10/2008 10:10
Industri Kecil Masih Butuh Gula Rafinasi -
Minggu, 05/10/2008 09:10
BP Migas: Tak Semua Produksi Minyak Automatis Berstatus Lifting -
Sabtu, 04/10/2008 09:10
Ekspor Mebel & Kerajinan Mulai Lemah

"Kelangkaan ini sudah dialami petani sejak sebulan terakhir," ujarnya, Sabtu (28/6/2008).
Menurut Chaedar, akibat kelangkaan itu petani di Balikpapan terpaksa membeli pupuk nonsubsidi seperti pupuk majemuk yang harganya rata-rata jauh lebih mahal hingga Rp10 ribu per kilogram.
Kelangkaan pupuk ini, duga Chaedar, akibat adanya petani dari luar kota Balikpapan yang membeli pupuk di kota Balikpapan. "Seperti petani dari Kabupaten Penajam Pser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara," tambahnya.
Untuk mengatasi kelangkaan pupuk itu Dinas Pertanian Balikpapan akan mengumpulkan seluruh distributor pupuk untuk meminta tambahan pasokan pupuk khusus kota Balikpapan.
"Kita akan carikan solusi, karena jangan sampai kelangkaan pupuk ini menyusahkan petani, serta menurunkan kualitas hasil pertanian lokal," jelas Chaedar. (rhs)

