Finance
Bakrie Sumatera Tingkatkan Penyertaan 51% Saham Agri Resources
Senin, 30 Juni 2008 - 16:13 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Krisis Melanda, Buy Back Jalan Terus -
Senin, 06/10/2008 15:10
BUMI Cairkan Pinjaman Credit Suisse USD50 Jt -
Senin, 06/10/2008 15:10
Imbas Krisis Finansial Global
Kinerja Mandiri Investasi Tak Terpengaruh -
Senin, 06/10/2008 14:10
Kadin: Pengereman Kredit Bentuk Pengetatan Moneter -
Senin, 06/10/2008 14:10
Antam Ancang-Ancang Raih Pinjaman USD42,2 Juta -
Senin, 06/10/2008 13:10
Rumor Bursa
Bin Laden Bisa Keruk Untung dari Pembelian BNBR -
Senin, 06/10/2008 13:10
Powertel Lakukan Pengajuan Ulang Prospektus IPO -
Senin, 06/10/2008 12:10
IHSG Sesi I Merosot 100 Poin -
Senin, 06/10/2008 11:10
Rupiah Terjun Bebas Dekati Rp9.600 -
Senin, 06/10/2008 10:10
Saham BII Langsung Pimpin Top Gainer

"Dalam RUPSLB telah menyetujui pembelian saham AIRPL yang dimiliki para investor. Dengan demikian, secara langsung maupun tidak langsung, kepemilikan perseroan di ARBV, meningkat dari 25 persen menjadi 51 persen," kata Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Ambono Janurianto dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Senin (30/6/2008).
Ambono menjelaskan, transaksi pembelian saham AIRPL diharapkan akan menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham perseroan.
Seperti diketahui, UNSP dalam beberapa tahun terakhir agresif dalam mengembangkan luas areal perkebunan kelapa sawit dan karetnya di berbagai wilayah di Indonesia. Upaya perluasan areal kebun hingga mencapai 200 ribu hektare pada 2011 mendatang di mana hal tersebut sudah merupakan strategi dari kesinambungan usaha perseroan.
Untuk itu, pada pertengahan 2007 yang lalu, perseroan telah menjalin kerja sama dengan Agri International Resources Pte Ltd (AIRPL), sebuah perusahaan Singapura yang mewadahi sejumlah investor, untuk mengembangkan sebuah perusahaan patungan yang secara tak langsung berinvestasi di enam perusahaan perkebunan. Perusahaan patungan tersebut adalah Agri Resources BV (ARBV).
Ambono menambahkan, melalui off-take agreement, ARBV menjamin UNSP atas ketersediaan produk CPO (crude palm oil) dan PK (palm kernel). "Perusahaan juga telah menandatangani management agreement untuk penyediaan jasa manajemen atas ke enam perusahaan perkebunan tersebut, dengan menerima management fee," katanya.
Berdasarkan shareholder agreement, kerja sama antara Perseroan dengan AIRPL tersebut memberikan opsi bagi Perseroan untuk meningkatkan, baik secara langsung maupun tidak langsung kepemilikannya di ARBV, menjadi pemegang saham mayoritas. Opsi itu, menurut Ambono, dapat dilaksanakan dengan harga yang telah ditetapkan dan dalam dua periode.
"Yang pertama, pada akhir tahun 2007 yang lalu, Perseroan telah meningkatkan kepemilikan sahamnya dari 20 persen menjadi 25 persen," ujar Ambono.
Pada periode yang kedua ini, perseroan memiliki opsi untuk meningkatkan kepemilikannya di ARBV, baik secara langsung maupun tak langsung melalui AIRPL, menjadi pemegang saham mayoritas, yakni 51 persen. Menurut Ambono, Perseroan memiliki opsi untuk meningkatkan lagi penyertaan sahamnya hingga 100 persen pada AIRPL.
"Kami dapat melakukan opsi tersebut pada tahun 2011, sehingga dengan demikian kami akan memegang seluruh saham pada enam perusahaan perkebunan tersebut," jelasnya.
Ambono menambahkan, transaksi pembelian saham AIRPL ini akan menciptakan nilai tambah yang sangat signifikan bagi pemegang saham. "Artinya, dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO yang sangat signifikan, sementara harga pembelian AIRPL telah ditetapkan di muka. Selain itu, dengan adanya transaksi pembelian saham AIRPL ini akan sangat menguntungkan karena pemegang saham akan langsung menikmati harga CPO yang tinggi saat ini, tanpa harus menunggu tiga sampai empat tahun lagi," kata Ambono.
(rhs)

